Kamis, 28 Juni 2012

PANTAI PANJANG - BENGKULU


       PANTAI PANJANG - BENGKULU

             Saya sangat terkesan dengan travelling, jadi tidak heran kalau di blog ini akan ada segmen khusus membahas tentang travelling yang pernah saya jalani. Kali ini perjalanan saya waktu masih kuliah di Palembang (UNSRI) pada bulan Mei 2004. kalau mengingat perjalanan ini pasti beda rasanya, masih jadul n banyak kelucuan sebagai mahasiswa.
        Perjalanan dari palembang menuju Kota BENGKULU. Asli, jangankan berencana, untuk memimpikan jalan-jalan ke Bengkulu aja gak pernah terbayangkan. Kota Bengkulu yang identik dengan Bunga Rafflesia Arnoldi, yaitu bunga bangkai dengan kelopak bunga terbesar. Ya adanya di temukan Raffles di Bengkulu. Makanya saya heran sekali waktu lihat tayangan iklan pariwisata malaysia yang menanyangkan bunga bangkai,....he he he,...biar aja, toh namanya Tetap rafflesia Arnoldi gak yang lain, dan tetap pertama kali ditemukan di Bengkulu – Indonesia.                                   
       Berkat persahabatan dengan sesama pengurus kerohanian PDO Fakultas Teknik di kampus, dengan bekal seadanya (maklum anak kost) kita pun ber-ransel ria menuju kota Bengkulu. Memang tak disangkal, Bengkulu dijadikan “pemenang” mengalahkan beberapa kota tujuan lainnya (selain Bangka Belitung, Pagar Alam), karena “masalah ekonomi” para petualang. Yup, salah satu pengurus yaitu Oland Simangunsong dan keluarganya berdomisili di Bengkulu, meskipun dia aslinya dari Sumatera Utara. Harapan selain dapat penginapan gratis, juga makan gratis,...tis,..tis. Makan gratis merupakan idaman kebanyakan para anak kost ,....ha ha ha.
        Perjalanan dari Simpang tiga Indralaya – lokasi Kampus UNSRI, Menaiki Bus AC yang hampir saja keberangkatan terganggu gara-gara seorang teman “Mian” memaksa untuk tetap masuk kuliah saat siang hari. Beruntungnya kita bisa meyakinkan bang supir untuk meunggu si “Miss Intelengensia” nyampe di loket bus. Hampir aja Mian ditinggalkan. Berkat training kesabaran, semua bisa sabar nunggu kehadiran Mian pada detik-detik keberangkatan. Lucu juga, saat yang lain “mengorbankan” jadwal kualiah siang dengan keberangkatan, Mian tetap bersikeras masuk kelas,...hadehhhhhhh.    
       Bus berangkat jam jam 2.30 siang, 16 orang “si bolang mahasiswa” yang terdiri dari 8 cowok dan 8 cewek pun penuh bahagia, terbayang akan perjalanan yang akan menyenangkan. Jam 12 Malam Bus istrahat, dan kami minum kopi di daerah perkebunan teh (KOQ BS LUPA YA NAMANYA TEMPATNYA APA,.....????). Asik juga ya dingin-dingin minum teh manis,....whhhheeewwww enak nian.
      Tak terasa perjalanan lebih dari 10 jam pun dilewati,....hmmmm jam 5 pagi Bus merapat di kota Bengkulu, masih ngantuk. Tapi namanya perjalanan harus dilanjutkan, berjalan kaki beberapa menit sampaialah tim ke rumah Oland Simangunsong yang terletak di kawasan kota Bengkulu. Rumah yang sari dan cukup besar serta pekarangan yang ditanami dengan tanaman hias. Segar juga pagi-pagi duduk di pekarangan sambil menunggu matahari pagi terbit. Lagu “Mahadewi” miliknya Padi pun digeber sambil nunggu matahari pagi. Enaknya kita sebagai cowok yaitu gak perlu repot-repot untuk nyiapin sarapan pagi di dapur, sungguh Sabtu yang indah.
 
       Selesai sarapan pagi yang diwarnai dengan keramahan tuan rumah, kami pun naik angkot sewaan ke kawasan Museum Rumah Pengasingan Bung Karno, Napak tilas sejarah pengasingan Bung Karno. Puas mengabadikan diri melalui photo meski cuacanya panas, asli cuacanya cerah dan pana,....he... he.. he.
 (Dari Kiri - Kanan : Bima, Robet, Oland, Andri, Gondo, Raja (Penulis), Dinand, Andrew)

       Destinasi berikutnya adalah benteng tua milik Belanda di pinggir pantai “Front Marlborough” (mudah-mudahan penulisannya gak salah”. Ditempat ini kembali kita bisa melihat bagaimana hebatnya Belanda yang jauh-jauh dari Holland sana bisa menancapkan “kukunya” sampai ke Bumi Bengkulu. Tapi juga sejarah bisa membuktikan betapa hebatnya bangsa Indonesia untuk merebut kemerdekaannya. Di benteng ini masih bisa ditemukan meriam, ruag penjara bawah tanah dll. Dari atas benteng, kita bisa melihat hamparan laut yang membentang. 


Photo :
Atas Ki-ka : Lidya, Julex, Detty, Mian, Lindha, Tina, Ully, Ika.

Bawah Ki-ka: Andrew, dinand, Robert, Andri, Gondo, Oland, Raja, Bima.


       Hari pun sudah siang sambil mencari bekal makan siang, kami pun mencoba melihat kehidupan masyarakat nelayan pinggir pantai. Kemudian rombongan berangkat menuju kawasan wisata Pantai Panjang. Sepertinya “sesak” di angkutan yang sudah berkapasitas “Overloaded” gak menghalangi semangat untuk menikmati nasi bungkus di pinggir pantai. Melewati pintu masuk pantai, angkot pun berjalan, dan pantai pun mulai terlihat. Suara riuh pun ala anak muda berdecak kagum melihat pantai dengan pasir putih, ombak yang tinggi.Setelah menemukan lokasi yang pas (pantai dengan rindangnya pohon pinus) makan siang pun digelar untuk mengisi tuntutan pemenuhan kalori yang sudah mulai menipis,......he...he......he.
        Hari masih terik dan baru pukul 2 siang, tapi yang namanya para petualang seperti gak sabaran untuk merasakan air laut yang mengantarkan gelombang-gelombang setinggi ½ sampai 1 meter ke bibir pantai. Terbayangkan bagaimana 16 orang berenang di pantai, tentu saja serasa pantai ini milik pribadi, karena ternyata pengunjungnya tidak terlalu banyak. Kalau dipikir-pikir kenapa ya pantai sebagus ini sepertinya minim pengunjung????. Suara gelak tawa ala anak muda membuat suasana menjadi ramai. Serunya lagi sambil berpegangan angan beramai-ramai menjatuhkan diri ke atas ombak yang datang menuju pantai. Resikonya adalah siap-siap menelan air laut yang asinnya minta ampun,...he...he...he.
        Namanya anak muda, kreatifitas selalu ada, saatnya “Piala Dunia” dimulai, 2 tim campuran pun bermain bola memperebutkan gelar antah berantah, gak ada wasit dan gak ada aturan, yang ada adalah gunakan kaki anda untuk menendang bola, soal arah tendangan juga gak perlu dipikirin ha ha ha. Kebayang aja cewek-cewek bukannya datang menjemput bola, tapi justru lari saat bola datang. Hmmmfffttttt.
        Bosan dengan permainan bola??? tenang masih ada gitar, kacang, dan banyak lagi yang menyenangkan. Liat aja aksi gondo, tina, detty n julex,.......menanam tubuh diantara pasir putih (syukur aja gak ada kepiting,...bisa-bisa ha ha ha). Kalau saya pilih naik sado/andong untuk menyusuri pantai di sore hari bersama Mian.  
       Tidak terasa sore sudah menjelang, lagu Iwan Falls “Kemesraan” pun dilantunkan untuk menutup acara. Pulang ke rumah Oland, ternyata sudah ada yang spesial, adiknya Oland Ulang Tahun, dan didapur sudah tersedia beragam ikan bakar (belum pernah liat ikan segede-gede gitu), ini namanya Party it's not Over ha ha ha,......... kebayang orangtua Oland nyiapin makanan untuk 16 orang tamu, capenya ruar biasalah. Giliran party selesai, tentu aja saatnya beres-beres (namanya aja party, piring kotor wajib di cuci).
        Keesokan harinya rombongan mengikuti ibadah gereja Minggu di HKBP Bengkulu, pulangnya gak sah kalau tidak ada oleh-oleh, hunting cendera mata pun jadi jadwal wajib. Seperti “si bunga bangkai” pun jadi primadona, tapi jangan pikir kami bisa beli dan bawa pulang yang asli, namanya aja bunga langka. Jadi jangan pikirkan bunga bangkai bisa dibawa pulang naik bus. Bisa-bisa kami diusir penumpang dan supir,..ha,..ha,..ha. Uniknya banyak oleh-oleh seperti asbak rokok, pigura kecil, tabung tempat alat tulis yang terbuat dari bahan alami seperti batang kelapa dan kertas daur ulang yang dibentuk sedemikian rupa menjadi hiasan yang cantik,.....tentu saja ada tempelan aksen Rafflesia Arnoldi yang mempesona itu,...jadi aman untuk dibawa pulang.

 
      Waktu terus berlalu, tak terasa sudah 8 tahun yang lalu liburan ke Bengkulu. Namun kenangan keceriaan itu tak akan hilang. Demikian perjalanan liburan saya di Bengkulu. Dibalik setiap perjalanan ada cerita dan ada makna. Tetap nantikan info liburan dari saya ya,....saya Raja Pane, Trima kasih.

Kali ini tidak ada tips liburan selain :”Enjoy aja”,...ha,..ha,..ha!!!

Note: sayang sekali banyak photo yang hilang,....maklum jaman doeloe,...lum ngetrend camera digital.















 
 


                        
              


   

Rabu, 27 Juni 2012

PULAU DEWATA – BALI

PULAU DEWATA – BALI

             Masih dalam rangka perjalanan Honeymoon dengan istri saya. Puas berlibur di Lombok selama 4 hari 3 malam, saatnya saya dan istri melanjutkan perjalanan ke Pulau Dewata – BALI untuk liburan selama 4 hari 3 malam. Setelah selesai sarapan Taxi sudah menunggu untuk mengantarkan ke Bandara Udara.

              Penerbangan dari Lombok ke bali hanya memakan waktu kurang dari 1 jam. Jadi tidak akan bosan, cukup makan kacang dan minim juice buah kemasan, tak terasa pesawat cepat sekali mendarat. Bagi saya ini perjalanan pertama ke bali, berbeda dengan istri saya kesekian kalinya, maklum saja istri saya (drg. Intan Purba) yang berprofesi sebagai dokter gigi, sering transit dan liburan saat dinas PTT di NTT beberapa tahun lalu. Kalau perjalanan dari medan dia harus transit di Bali terlebih dahulu. Jadi sering menggunakan kesempatan untuk berlibur di Bali.
         Anda bisa menggunakana jasa Taxi bandara yang dengan ramah akan menawarkan jasa untuk mengantar anda ke lokasi penginapan.Banyak penginapan yang bisa dipilih mulai dari harga yang cukup murah sampai ke Hotel Mewah. Pilihan kami jatuh ke penginapan di dekat pinggiran pantai Kuta. Hotel murah meriah namun masih memiliki fasilitas kolam renang. Berhubung karena akan banyak aktivitas outdoor, jadi penginapan tidak kami pilih yang mahal, toh kamar hanya akan dipakai untuk menginap.
             Anda bisa menyewa mobil rental yang biasanya ditawarkan pihak Hotel, atau kenalan dari beberapa pegawai hotel. Harganya pun tidak terlalu mahal mulai dari Rp. 300.000,- (harga variatif juga), termasuk supir. Dan akan lebih hemat dan praktis kalau jalan-jalan menggunakan jasa rental mobil.
Banyak tempat yang bisa dikunjungi seperti beberapa tempat berikut:
  1. Pantai Kuta
Semua orang bisa dikatakan pernah mendengar “Pantai Kuta”. Apalagi Andre Hehanusa pernah mempopulerkannya melalui lagu dengan liryc yang romantis “Kuta Bali”. Saking terkenalnya beberapa tayangan televisi international juga menayangkan tentang pantai Kuta. Pantai dengan pasir putih dan hamparan turis berjemur atau berselancar ria. Meski memiliki life guard, pengunjung wajib berhati-hati kalau berenang, karena ombaknya termasuk besar. Anda bisa juga pijat relaksasi dengan tukang pijat keliling (harga negosisasi), selain itu juga bisa membuat Tatto. Pintar-pintarlah dalam menawar, terkadang kesabaran menawar membuahkan hasil. Di Pantai Kuta juga terdapat beberapa restoran siap saji, bahkan Hard Rock Cafe yang kesohor mendatangkan musisi-musisi luar untuk konser juga terletak di Pantai Kuta. Jika ingin menikmati belanja produk dan merek luar yang mendunia coba saja ke kompleks pusat perbelanjaan di dekat Kuta, disana banyak butik yang menawarkan koleksi produk luar, tapi jangan heran kalau beberapa butik juga menawarkan harga yang cukup “Mewah”. Sempat kan juga untuk melakukan photo studio di studio yang menyediakan jasa photo dengan pakaian adat Bali, sehingga anda akan merasakan liburan lebih berkesan.

  1. Pura Taman Ayun
    1. Salah satu tempat yang paling sering dikunjungi wisatawan. Kompleks Pura yang terjaga keindahan dan kerapihannya sejak dibangun ratusan tahun yang lalu. Arsitektur yang unik dan menarik menjadikan Pura ini menjadi salah satu objek photo ataupun latar belakang photo yang sangat menarik.


3. Tanah Lot
Kumpulan Pura di sepanjang garis pantai dengan arsitektur yang rumit. Bisa dikatakan mahakarya seni dalam semangat spiritualitas. Anda butuh tenaga ekstra jika ingin mengunjungi satu persatu Pura tersebut. Terdapat juga pergelaran seni budaya Bali,tapi tentunya anda harus membeli karcis jika ingin menyaksikannya. Sore hari akan sangat tepat menyaksikan pura yang berlatar belakang laut dan sinar mentari senja, kesan dramatis terpancar kuat. Seperti tempat lainnya di Bali, banyak soevenir di jajakan para pedagang. Jadi tidak ada salahnya untuk membeli beberapa cendera mata.

4.Danau Beratan - Bedugul
  
        Tempat wisata ini memiliki sebuah Pura di Pinggir Danau. Walau terletak di Pinggir Danau tapi kalau air danau sedang tinggi, sebagian dasar Pura akan digenangi air. Kesan dramatis dan eksotis terlihat jelas. Tak salah kalau pemerintah Indonesia menjadikan Objek Danau Beratan – Bedugul menjadi bagian dari Gambar tampilan Uang pecahan Rp. 50.000,-. Saking indahnya, saat kunjungan saya dan istri terdapat juga pasangan yang melakukan pengambilan gambar Pre-Wedding disana. Meski banyak turis, tapi sepertinya masyarakat Bali yang sedang melaksanakan ritual ibadah tidak terganggu oleh kehadiran para turis.

5. Istana Raja – Ubud
       Ubud sangat spesial, daerahnya lumayan tinggi, jadi cuaca cerah dan sejuk. Di ubud terdapat kompleks istana Raja Ubud. Daerahnya sejuk dengan konsep daerah yang masih menjaga kelestariaan budaya menjadikan Ubud sebagai daerah tujuan wisata di Bali. Jika anda ingin merasakan masakan khas Bali, anda bisa mencoba RM. IBU OKA (tapi tentunya hanya bagi anda yang tidak mengharamkan produk olahan daging Babi). Restoran ini termasuk sangat terkenal di Bali. Anda harus siap-siap undtuk duduk sedikit berdesak-desakan dengan para turis lainnya untuk menikmati beragam pilihan menu di restoran ini. 



6. Pemandian Tirta Mpul
         Merupakan sebuah tempat pemandian dengan sumber mata air alami yang terdapat di Kompleks Pura. Terdapat sumber aliran air yang berjejer menuju kolam pemandian. Untuk bisa mandi, anda harus mengikuti beberapa aturan yang sudah ditetapkan pengelola. Kesopanan dan kebersihan hati wajib dijaga selama mandi di pemandian ini.   


7. Gua Gajah
        Tempat yang masih mencerminkan sejarah dan budaya Masayarakat Bali yang sangat unik dan indah. Gua yang berada diantara tebing, sehingga anda harus menuruni tangga untuk bisa sampai ke Gua. Arsitektur Bali pun bisa kita temukan dengan jelas di komplek Gua Gajah.

8. Taman Bunga Bedugul
          Sebuah Taman Bunga di daerah bedugul yang tidak jauh jaraknya dari danau Beratan. Banyaknya pohon dan bunga dengan jenis yang berbeda-beda membuat pengunjung bisa merasakan udara sejuk yang menenangkan. Salah satu yang istimewa adalah kompleks taman berjenis-jenis kaktus yang berbeda. Jadi sangat tepat jika menjadikannya objek photo. 

9. Pantai Sanur
        Hampir sama dengan Kuta, pantainya indah. Tapi kali ini saya dan istri justru hanya makan malam di lokasi restoran di daerah sanur, menghadiri undangan makan malam dari teman istri saya. Makan malam di Sanur suasananya tenang dan tentu saja bisa memilih makanan luar atau makanan asli indonesia.

10. Bali Bidadari Batik
Merupakan butik batik yang menawarkan baju batik yang sangat menarik. Batik yang ditawarkan juga tidak “pasaran” jadi anda akan bangga menggunakannya. Oh, iya,...saat anda memasukinya harga yang ditawarkan adalah dollar (tapi masih terjangkau), dan pengunjung tidak diperkenankan untuk menggunakan camera selama di gallerynya.

11. Khrisna
Jika ingin berbelanja oleh-oleh dari Bali, sebenarnya banyak tempat yang bisa menyediakan, tapi kalau ingin berbelanja dengan konsep Mall/ supermarket, anda bisa berbelanja ke Khrisna, sebuah pusat perbelanjaan oleh-oleh, yang menyediakan kaos, hiasan dinding, patung, kain, bahkan makanan. Khrisna bisa menjadi salah satu tempat belanja diantara banyak tempat belanja oleh-oleh. Tapi kalau anda ingin “lebih merakyat”, coba saja menawar barang di beberapa pusat wisata seperti Tanah Lot, Ubud, Pantai Kuta atau tempat lainnya yang berupa toko kecil namu tetap menawarkan produk oleh-oleh yang menarik.

Selain tempat-tempat tersebut masih banyak tempat wisata di Bali seperti GWK, Kebun Binatang (zoo), Kintamani, Pusat kerajinan dan berbagai tempat lainnya. Jika ingin menikmati kehidupan malam anda juga bisa menikmatinya disekitar Kuta, beberapa klab malam dengan konsep berbeda menghadirkan kegembiraan di malam hari. Monumen Bom Bali juga terletak tidak jauh dari lokasi pusat hiburan malam ini.
Menurut info dari driver rental mobil sewaan, dibutuhkan beberapa hari untuk bisa mengunjungi semua tempat menarik di Bali. Seminggu??? dua minggu??? tiga minggu??? rasanya tidak cukup. Hmmm,.... jadi memang benar Pulau dewata akan selalu tidak ada habisnya menawarkan berbagai rasa, suasana, sejarah dan kekuatan budayanya yang akan selalu menarik wisatawan untuk datang mengunjunginya. Hopely,...suatu saat bisa datang lagi ke Bali, tentunya dengan hari liburan yang lebih banyak, dan uang yang lebih banyak,...he ,..he,..he!!!

Selesai juga liburan selama 4 hari 3 malam di bali, saatnya kami menuju Bandung untuk menginap satu malam, untuk kemudian besoknya menuju Medan. Demikian perjalanan saya dan istri, dibalik setiap perjalan ada cerita dan ada makna. Tetap nantikan info liburan dari saya ya,...saya Raja Pane, Trima kasih.

Tips Liburan ke BALI :
  1. Pastikan anda mencari info tentang tempat wisata yang akan anda kunjungi sebelum berangkat, rajin-rajinlah cari info di internet.
  2. Gunakana jasa rental Mobil, akan lebih hemat dan praktis, karna driver biasanya menyediakan peta tempat wisata yang kita inginkan, selain itu driver bisa menjelaskan beberapa info penting tentang tempat wisata. Tapi kalau anda siap berpanas ria, ada juga rental sepeda motor.
  3. Pilih penginapan yang “sederhana” jika ingin berhemat, tapi kalau ingin menikmati layanan berbintang, teman anda yang bernama internet akan berbagi info untuk anda.
  4. Bijaksanalah dalam berbelanja, kalau anda tidak ingin kena charge tambahan dibandara karena kelebihan bagasi yang diijinkan



Selasa, 26 Juni 2012

GILI TRAWANGAN – LOMBOK

GILI TRAWANGAN - LOMBOK 

       Mendengar nama Gili Trawangan sebelumnya adalah hal yang baru bagi saya, sampai akhirnya seorang teman Yang baru saja honeymoon dari Gili Trawangan merekomendasikannya sebagai bagian dari destenasi honeymoon saya. Lewat searching internet sesuatunya menjadi lebih jelas. Ternyata Gili Trawangan justru lebih popular bagi wisatawan asing daripada wisatawan dalam negeri, buktinya saya pernah coba tanya teman-teman saya di Medan, mereka sama sekali gak tau dan bahkan tidak pernah mendengar Gili Trawangan,....(hmmmm sayang sekali). Tapi kabarnya salah satu film keluaran Indonesia mengambil lokasi Gili Trawangan sebagai lokasi set filmnya. Bahkan Saluran TV Kabel National Geograpic pernah menayangkan program acara khusus berupa reality show dari Inggris berupa perjalanan keliling Indonesia, dan Pulau Gili Trawangan adalah salah satu tempat yang disinggahi, sekaligus lokasi syuting.
       Puas menikmati keindahan alam Pantai Sengigi di lombok, tujuan berikutnya dalam rangka Honeymoon bersama istri adalah Gili Trawangan. Selesai sarapan dan berenang di The Santosa Hotel, saya dan istri pun berangkat. Perjalanan dari pantai Senggigi menuju bangsal dengan menggunakan Taxi Bluebird dengan lama perjalanan sekitar hampir 1 jam. Kalau diibaratkan perjalanannya seperti melintasi jalan menuju kota parapat di sumatera utara, hanya jalanannya lebih sepi (tidak padat lalu lintas). Sepanjang jalan kita bisa menikmati pemandangan pantai dan laut di sisi kiri jalan. Sekitar 20 menit dari pantai sengigi, anda bisa beristirahat sejenak di Sunset Malibu, sebuah tempat penatapan untuk memandang keindahan alam, lebih nikmat lagi sambil minum air kelapa muda yang dijajakan para pedagang buah kelapa di pinggir jalan. Selain itu dari penatapan ini anda bisa melihat 3 buah pulau berderet yaitu Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Trawangan. Jangan lupa untuk mengabadikan suasana indah dengan camera anda.
Sunset Malibu

       Perjalanan pun dilanjutkan menuju Bangsal. Sampai di bangsal anda harus menuju pelabuhan untuk meniki boat/ kapal perahu penumpang. Dari terminal taxi anda bisa naik andong/ sado menuju pelabuhan dengan perjalanan sekita 7 menit. Di Bangsal anda harus membeli tiket penyeberangan menuju Gili Trawangan, Harga tiket saat Mei 2012 sebesar Rp. 10.000,-. Murah Khan??? jelas, karena kapal yang anda tumpangi juga kapal sederhana bermuatan sekitar 20 orang (bukan VIP),....jadi biasakanlah untuk duduk bersama bule-bule dengan tas ransel mereka.
Pelabuhan Gili Trawangan

                  Butuh waktu sekitar 30 menit untuk menyeberang dan sampai di Gili Trawangan. Pulau ini memang lebih difavoritkan oleh turis dibandingkan pulau tetangganya yaitu Gili Meno dan Gili Air, meskipun konon ketiganya sama-sama indah. Sampai di Gili Trawangan, saatnya anda mencari penginapan. Jika anda sudah memesan melalui internet lebih dahulu anda tinggal naik andong untuk sampai di hotel/ resort tujuan. Tapi bagi yang belum reservasi sebelumnya (seperti kami), saatnya “berburu” penginapan yang sesuai keinginan dan kantong. Tidak lama bagi kami untuk menemukan penginapan yang sesuai, “D'mango”. D'mango merupakan kumpulan dari beberapa bungalow dengan bentuk arsitektur rumah adat Suku Sasak-Lombok. Hunian yang nyaman, terbuat dari material Kayu, jadi sangat terasa kesan tropisnya. Jangan heran kalau pengelolanya adalah orang austria (merangkap sebagai Customer service) karena ternyata banyak bule yang buka usaha serupa di sini. Harga bisa ditawar, meskipun turunnya sedikit, trik nya katakan saja anda adalah turis lokal. Harga hunian pun bervariasi tergantung musim liburan dan fasilitas penginapan, harga berkisar dari Rp. 400.000,- s/d Rp. 800.000,-. tapi yang lebih murah juga ada.




Penginapan D'Mango Arsitektur Rumah Tradisional

            Pulau kecil ini bisa dikatakan bebas polusi, tidak ada sepeda motor dan tidak ada mobil. Dan mungkin justru ini yang menjadi daya tarik pulau ini, nyaman dan menyenangkan. Jika ingin mengelilingi pulau ini, anda bisa me-rental sepeda dengan harga terjangkau. Hampir setiap restoran/ masyarakat menyewakan peralatan sepeda dan snoerkeling. Waktu paling asik untuk bersepeda adalah pagi hari, jam 7 setelah sarapan akan sangat tepat, karena turis asing biasanya belum bangun (karena pesta semalaman). Jalanan masih sepi, jadi lebih banyak aktifitas bersepeda mengelilingi pulau.
Sepeda Ria 

          Anda mungkin akan heran, kalu tempat ini lebih banyak turis bule-nya daripada orang indonesianya (kecuali pengelola pemilik penginapan/ restoran). 95 % pengunjungnya bule (saat kunjungan kami). Pulau yang indah dengan hamparan pasir putih, airnya terlihat jernih. Gunakan kesempatan di siang hari untuk berjemur dan bersantai. Snoerkling dan Diving jadi alternatif pilihan untuk menambah catatan indah perjalanan anda. Buat anda yang memang ingin praktis, snoerkeling jadi pilihan yang lebih tepat. Hanya sekitar 5 meter dari bibir pantai, anda sudah bisa menyaksikan fauna laut yang terdiri dari beragam ikan-ikan hias warna warni. Tidak perlu keterampilan       khusus karena anda aman dengan pelampung anda. Terdapat juga beberapa hotel yang menawarkan fasilitas wisata air “Glass bottom boat” dengan rute yang diatur sedemikian rupa untuk memanjakan pengunjung, termasuk untuk mengunjungi lokasi penangkaran kura-kura. Sayang saya dan istri tidak sempat untuk menikmati pengalan seru ini,....(jadwal ketat he he he).

Malam hari suasana akan menjadi lebih “hidup”,...it's time to party, kelebihan pulau ini, masyarakat sangat friendly, beragam makanan eropa, amerika bahkan Indonesia ditawarkan dengan cara yang unik.   Keramahan menjadi ciri khas di tempat ini, masyrakatnya pun sangat fasih berbahasa Inggris. Bahkan tidak jarang mereka menyapa pengunjung dengan bahasa jepang atau korea jika melihat turis asia. Pengunjung juga dimanjakan dengan suasana restoran pinggir pantai yang romantis. Lampu kerlap-kerlip atau tatanan meja-meja berhiaskan lilin akan terdapat disepanjang garis pantai di tiap trestoran. Live music juga terdapat di beberapa cafe. Makanan yang enak, suasana romantis, alam yang indah,...hmmmm,......gak sia-sia perjalanan ini. ,.....sepertinya Pulau ini tepat sekali untuk para pengunjung yang ingin bergembira, bergembira dan terus bergembira.



 Jadwal yang padat membuat saya dan istri hanya bisa menikmati Gili Trawangan 2 hari 1 malam saja, karena siangnya kami harus kembali ke Pantai Sengigi untuk menginap satu malam lagi sebelum besoknya melanjutkan perjalanan selama $ hari 3 malam ke BALI.
Rasanya tidak menyesal melakukan perjalanan ini, karena dibalik setiap perjalanan ada cerita dan ada makna. Tetap nantikan info liburan dari saya ya,...saya Raja Pane, Trima kasih.

Tips Liburan ke Gili Trawangan :
  1. Usahakan anda tidak membawa koper, tapi ransel punggung. Pengalaman kami membuat kami terlihat “aneh” dengan 2 koper (masih dengan label tas bandara ha ha ha), sementara para bule hanya membawa tas punggung dan tas tangan. Meskipun terdapat porter di pelabuhan bangsal, tetap aja agak aneh ha ha ha.
  2. Jangan takut kalau lidah anda tidak cocok dengan makanan luar, karena anda juga masih bisa menemukan makanan laut dan nasi goreng yang dijual di tenda tradisonal, harganya pun sesuai, tapi dengan rasa yang OKE.
  3. Usahakan jadwal anda jangan terburu-buru, setidaknya 3 hari 2 malam, agar bisa lebih menikmati keseluruhan keindahan alam, termasuk Diving.
  4. Bawalah Tabir surya dan air mineral, cuaca panas benar-benar membuat anda akan sering ingin minum.





Kamis, 21 Juni 2012

PANTAI SENGGIGI - LOMBOK


PANTAI SENGGIGI - LOMBOK

Anda berencana liburan bersama teman atau keluarga? Atau mungkin ingin memadu kasih dalam Honeymoon yang romantis??? hmmm,...saya akan merekomendasikan Pantai Sengigi Lombok yang terletak di provinsi Nusa Tenggara barat (NTB). Bukan tanpa alasan, liburan disana asik. Saya dan istri juga memilih Lombok diantara salah satu destinasi Honeymoon yang telah kami nikmati di pertengahan tahun 2011 yang lewat. 

 Bicara tentang Lombok, banyak tempat yang bisa dikunjungi, tak heran kalau saya dan istri menyebut lombok sebagai “Bali yang lebih tenang”. Yup, bule-bule tetap banyak tapi lombok tidak se-crowded pantai Kuta. Coba saja nikmati keindahan alam Pantai senggigi. Perjalanan sekitar 45 menit dari bandara Udara dengan menggunakan Taxi Bandara, anda akan sampai di Pantai Senggigi. Jangan heran, keramahan sudah kita dapatkan sejak menginjakkan kaki di bandara udara. Untuk anda yang tidak sempat gogling penuh untuk reservasi hotel, tenang saja, dapatkan berbagai brosur dan peta tentang Lombok di pusat informasi di bandara udara.
 

Banyak Hotel dan penginapan yang menawarkan kenyamanan di sepanjang pesisir pantai Sengigi. Nah, kali ini pilihan kami jatuh kepada “The Santosa Resort”. Sebuah hotel yang nyaman dan menawarkan pemandangan pantai Sengigi yang udah kesohor sampai keluar negeri. Kabarnya Presiden SBY juga pernah menghadiri acara dinas di Hotel ini, jadi soal fasilitas dan featurenya gak perlu diragukan lagi. Untuk harga??? hmmm,...sebaiknya pihak hotel deh yang dikonfirmasi he he he,...tapi namanya juga liburan, siapin dana lebih (itu wajib).




 

Nikmati Pemandangan Pantai Sengigi yang natural. Berenang di kolam renang menjadi satu alternatif pilihan jika anda tidak bisa berenang di laut. Kolam renang The Santosa OKE punya, sambil berenang anda bisa menikmati sajian minuman at Bar Poll. Berjemur di pinggir Pantai juga menyenangkan, tapi ini khusus buat anda yang memang berani berpanas ria n ingin mencoklatkan kulit, he he he, so,...bergabunglah dengan jejeran para bule yang mendambakan kulit lebih coklat. Atau buat anda yang wanita, bisa ikutin juga kegiatan istri saya. Sembari saya membakar beberapa kalori sambil berenang, istri saya mengganti warna cat kuku dan melakukan ritual kecantikan lainnya. Meskipun saya pikir agak aneh, jauh-jauh tidak berenang, toh istri saya menikmati kegiatan yang satu itu.

Langkahkan kaki anda ke Pusat Souvenir yang berjarak sekitar 200 meter dari penginapan. Disini terdapat berbagai souvenir yang tertata rapi di setiap toko. Bentuk toko nya pun unik, dibuat sedemikian rupa sesuai arsitektur rumah asli suku sasak (penduduk asli Lombok). Jika hari liburan anda adalah hari Minggu, itu hari keberuntungan anda, seperti saya dan istri, kami disuguhkan kesenian bela diri asli penduduk Lombok. Dua orang akan bertarung dengan menggunakan tongkat kayu dan tameng pelindung, kedua petarung akan saling bertarung. Kalah menang hal biasa, karena selain mencari jawara, acara ini juga bertujuan untuk mengenalkan seni Indonesia ke Masyarakat internasional. Karena tidak diberlakukan sistem Karcis, anda hanyadianjurkan secara sukarela untuk mendonasikan sedikit dari dana liburan anda untuk acara ini,.....sekali lagi sukarela.

        

Pantai Sengigi juga memiliki objek wisata yang disebut “Pure Bolong” sebuah Pura yang terletak di pesisir pantai Sengigi, berjarak sekitar 15 menit dari hotel tempat kami menginap, dan dapat ditempuh dengan menggunakan angkutan umum. P. Jangan lupa buku tamu wajib diisi. Tertegun juga melihat daftar para tamu yang sudah pernah berkunjung kesini, dari berbagai daerah dan luar negeri. Meskipun pure ini tidak terlalu besar, tapi sepertinya setiap wisatawan selalu mengunjungi tempat ini, seperti agenda wajib he he he.
 Pure Bolong - Pantai Sengigi

Nikmati sajian khas daerah Lombok, Ayam Taliwang, sajian ayam khas lombok yang disuguhkan dengan dengan sayuran kangkung dan tauge dan sambal pedas. Tersedia dibeberapa restoran di sepanjang pesisir Pantai Sengigi. Jika malam hari ingin menghangatkan badan, coba saja beberapa Bar dan restoran yang menyuguhkan minuman yang tentu akan memberi semangat baru dalam liburan anda, tapi tentu saja siapkan dana lebih, karena harga pasti 'sedikit berat”.
Pantai sengigi memang indah, seindah Mutiara yang menjadi primadona daerah ini. Masih banyak tempat yang bisa dikunjungi di lombok, seperti gunung Rinjani, lokasi pembuatan tembikar, lokasi pembuatan Mutiara dll. Tapi, karna kami harus melanjutkan Honeymoon ke Gili Trawangan, mudah2an next time bisa kunjungi tempat-tempat indah lainnya. Jangan lupa Camera n Handy Cam ya,....abadikan moment-monet liburan anda. Karena dibalik setiap perjalanan ada cerita dan ada makna. Tetap nantikan info liburan dari saya ya,...saya Raja Pane, Trima kasih.

Tips Liburan ke Pantasi Sengigi Lombok :
  1. Siapkan dana lebih, harga Hotel dan makanan “agak nge-bule”di Lombok.
  2. Mau hemat dalam hal makan??? ada restoran padang dan juga pecel lele di malam hari (nah ini juga bule suka), jadi gak harus makan di resto “berkelas”
  3. Cari tau dari travel agent mengenai harga hotel yang terjangkau (kecuali uang bukan masalah bagi anda)
  4. Bawalah Tabir surya (meskipun bukan kebiasaan anda), karena anda akan segera menyadari perubahan warna kulit.



               



Rabu, 06 Juni 2012

Awalnya Memulai

Blog,...blog,..blog and bahkan blogger,....kata yang "aneh bin ajaib" untuk seseorang yang termasuk "manusia purba yang hidup di jaman modern" alias "Gaptek" Walau Blog udah sering didengar, tapi untuk seorang yang  gaptek, butuh keberanian lebih dan kemauan belajar tuk memutuskan membuat blog sendiri.
       Berawal dari postingan seorang teman kerja "Mbah Windy" yang emang masuk kategori "Kartini Masa Kini", beberapa tulisan di blog nya menginspirasi saya untuk berani menulis. dan inilah tulisan pertama saya. Menyadari kemampuan saya masih jauh sabuknya diantara "pesilat blogger", hal ini tentu semakin memacu saya untuk banyak belajar dan untuk berani mengekspresikan diri dan potensinya.
       Berharap nantinya banyak tulisan yang akan menyenangkan, menginspirasi dan membawa hal yang baik bagi kehidupan.
This is me, raja pane @ The Kingdom of Story