Jumat, 28 September 2012

JOHAN, JODOH DITANGAN TUHAN


JOHAN, JODOH DITANGAN TUHAN

Ini bukan cerita tentang Johan, emang benar Johan itu teman satu kantor, tapi ini bukan kisahnya. Johan itu artinya Jodoh ditangan Tuhan. Entah kenapa juga hal itu dipelesetkan oeh si Helen, emang ada aja istilah yang diciptakan si ”Miss Eksis” satu ini. Ada aja ”gaul” baru yang diciptakannya. Tulisan ini juga berawal dari idenya Helen. Jomblo High Kelas VIP ni pernah share tentang perjodohan-perjodohan yang ada. Ternyata kisahnya hampir merata ditiap orang, tapi akan lucu kalau diingat kembali

            Namanya manusia, selama masih hidup di dunia pastilah berusaha. Tak salah kalau banyak cerita yang lucu, mengharu biru atau apalah yang bisa diceritakan oleh insan yang mencari pasangan hidup dan akhirnya sampai ke jenjang pernikahan alias pelaminan. Pertanyaannya jodoh itu dicari atau datang sendiri???
            Biasanya kisah “perjodohan” dimulai waktu masih kuliah. Beberapa orangtua, teman atau orang terdekat terkadang berani menyodorkan seseorang untuk dikenalkan atau dijodohkan. Dengan gelar non akademis sebagai “Mak Comblang”, jasa para comblangers ini terkadang berhasil, tapi gak sedikit yang berujung kegagalan usaha, dan yang pasti honor tidak dibayar.
            Contohnya aja teman saya waktu kuliah di Palembang dulu, sebut saja namanya Robet, Comblangersnya si Yanthi, sebenarnya si Robet gak terlalu semangat untuk dikenalin, tapi karna si Yanthi emang pejuang sejati alias “Pemaksa alias Penjajah”, si Robet mau aja dikenalin ama teman sekelas yanthi yang jurusan ekonomi, tempatnya pastilah daerah teraman, Perpustakaan Kampus. Pastilah akhnirnya bisa ditebak, Robet gak jadian, bukan karna si doi yang dikenalin gak cantik, tapi emang gak klop aja. Gagal deh Yanthi dapat honor. Bisa dipastikan sejak itu kami hati-hati kalau Yanthi akan memulai aksi “kenal dan mengenalkan”.
            Lain lagi cerita saya, pernah dikenalkan ama seseorang, sebut aja namanya Tiar, dikenalin ama Teman kuliah yang bernama Olly. Olly sama-sama mengambil S-2 pertanian di IPB. Karena ”Bujuk Rayu” aku akhirnya mau melakukan ”Blind Date” sama Tiar waktu Tiar pulang ke Medan,.......gak jauh beda dengan robet,...gak berhasil dan honor pun gak dibayar.
            Namanya juga usaha, ya kalau gak berhasil ya gak apa-apa. Masih ingat kisah teman saya Roby (nama samaran), setelah kekasih hatinya tamat kuliah dan bekerja di Jakarta, roby yang masih kuliah di palembang pun mengalami ”galau”, maklum hubungannya dengan Agni mulai pudar. Demi memantapkan status hubungan mereka, Roby pun berangkat naik Bus ke Jakarta. Berangkat dengan uang pas-pasan, meski waktu itu kami menganggap usaha Robet berlebihan. Sampai di jakarta ternyata perjuangannya sia-sia,......Broken Heart. Kisah tak selesai sampai disitu, pulang dari jakarta Roby pun naik Bus Menuju Palembang. Sayangnya tepat jam 12 malam, dia diturukan pihak bus di kota Lampung, dengan alasan Bus tidak bisa diteruskan ke Palembang karena kurang penumpang. Kasian,...kasian,...kasian,...jam 12 malam telepon rumah kost berdering, Roby minta tolong sama bang Pelita untuk meminta no HP Mas Adi (kenalan Bang Pelita) di Lampung. Terlunta-lunta di kota Lampung, akhirnya robet pun mendapat tumpangan menginap semalam di rumah Mas Adi. Life must go on,....besoknya Roby sampai di Palembang sore hari. Kasihan juga, uang habis, putus cinta, ditipu supir bus,……belum lagi jadi bulan-bulanan tertawaan di Kost, maklum aku dan Daniel, teman kost kurang sensitive sama yang namanya putus cinta. Tapi jangan kuatir,….gak selamanya langit itu mendung,…..setelah hujan turun, langit pun cerah. Bertahun-tahun setelah kejadian itu Roby pun menemukan sandaran hatinya, seorang gadis manis bernama Basa....dan sekarang mereka bahagia dengan seorang putri yang cantik.

Kalau dingat-ingat, perjodohan yang dilakukan teman-teman ya gak separah kalau orang tua atau keluarga yang turun tangan. Apalagi para ibu, mama, atau mami turun tangan, bisa-bisa daerah teritory diserang habis-habisan. Acara arisan, pesta keluarga, atau acara sosial sering menjadi ajang para ortu untuk mengenalkan seseorang, apalagi kalau si anak sudah masuk usai 27 tahun, lampu kuning berkedip lebih cepat.
”kapan Kawin????”jadi pertanyaan wajib.

Simak aja cerita Henny, kerja di salah satu Bank BUMN menjadikan dia salah satu target sasaran, secara fisik dan latar belakang sangat mendukung juga untuk masuk bursa jodoh para ibu-ibu. Namanya juga timbangan,...yang kiri ama yang kanan wajib seimbang. Jadi gak aneh kalau kira-kira kriteri keluarga juga harus seimbang. Kejdiannya berawal di tempat parkir Gereja, saat Heny mau masuk ke Mobil, Nyonya Pendeta stengah berlari ke arah Heny. Bisa dipastikan tujuannya mau mengenalkan Heny ke salah satu anggota keluarga besar Nyonya Pendeta. Ternyata si tampan ini kerja di Pertamina, salah satu kriteria yang kebanyakan orang sukai. Hanya apesnya,......ternyata Mama Heny berada di tempat kejadian juga. Sudah dipastikan perkenalan tidak akan semulus yang diperkirakan, karena si mama pasti ikut campur, bahkan si mama sampai menyuruh si Heny menghapus semua Photo si Heny dengan semua cowok di account Facebook Heny,.....lebay juga khan,...takut kalau kenalan di FB tuh cowok ilfill kalau liat Heny photoan ama cowok lain. Nah kalau yang satu ini,...kisahnya masih kita tunggu kelanjutannya.
            Lain lagi cerita Sammy, si mama mulai heboh ketika pedagang baju langganan si mama bulai tertarik untuk jadi besanan. Hal itu dimulai sejak Sammy pernah ngantar si mama belanja ke tempat tante Irma (sebut saja namanya begitu). Saat Tante Irma melihat Sammy yang baik perangainya dan bekerja di perusahaan BUMN, langsung aja tante Irma memberi sinyal untuk mengenalkan Sammy dengan putrinya yang seorang Dokter PTT di NTT. Gak Cuma satu orang,  tapi dikasih pilihan 2 orang,...kalau gak kakaknya ya adeknya,..wah,.....jadi serem. Trus gimana nolaknya ya??? ”jangan-jangan putrinya item n betisnya besar ma,...???” ujar Sammy menolak halus.

Fuih,...emang ribet ya, namun emang benar kata pepatah,...tak satu jalan ke Roma, dan habis gelap terbitlah terang,....atau yang lainnya,.......kapal tetap akan berlabuh juga.
            Masih teringat kisah abang sepupu saya, ”perjodohan” dilakukan atasannya langsung yang seorang Jendral dengan putri nya yang cantik jelita, mirip cerita dongeng, namun akhirnya abang sepupuku yang merupakan anggota perdamaian PBB di Lebanon ini akhirnya hidup bahagia dengan ”perjodohan ini”.
            Jangan emosional walau udah menjomblo lama, alias jomblo tua, terkadang saat titik terendah itu justru Tuhan mengirimkan teman hidup, ingat sama comblangerku Olly,.....dia justru ketemu dengan sesama High jomblo lainnya, Bang Samuel,.....gayung bersambut, meski waktu kuliah gak ada rasa, tapi setelah sama-sama kerja dan bertemu di Jakarta keduanya pun menemukan bahwa hati mereka terpaut satu sama lain,...wow banget khan. Bahagia waktu menghadiri pernikahan mereka di Medan 5 tahun lalu,...kabar baiknya setelah 5 tahun menikah dan menunggu lama, akhirnya Olly SMS beberapa minggu yang lalu bahwa Putra pertama mereka telah lahir. So Blessed!!!
            Sebenarnya gak perlu panik kalu belum ketemu jodoh meski usia untuk menikah udah lampu merah, sebagai orang beriman tentu kita harus mengimani kalau jodoh itu sudah disediakan Yang Kuasa. Mencari wajib hukumnya, alias usaha,....tapi bersikap panik dan akhirnya ”Banting harga” juga gak bagus. Bijaksana dalam memilih calon pasangan hidup perlu, karena pernikahan untuk seumur hidup. Jangan menolak untuk dikenalkan tapi jangan juga ”jual murah” waktu dikenalkan. Siapa tahu yang dikenalkan teman atu keluarga itu yang jadi jodoh anda, seperti saya, istri saya (Intan) juga dikenalkan oleh teman saya Danny,......gayung bersambut,.......anda pasti sudah tahu jawabannya,...kami akhirnya menikah, aku dan Istriku maksudnya,...he he he,....punya anak dan berharap bahagia untuk selamanya,....seperti cerita dongeng,...tapi yang ini beda,...karena ini cerita yang nyata.

           
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar